Keterlibatan Engineer Sipil di Transportasi

Peran strategis Insinyur Sipil dalam Dunia Transportasi
Peran strategis Insinyur Sipil dalam Dunia Transportasi

Secara historis, keterlibatan utama para insinyur sipil dalam transportasi telah terlihat jelas, terutama dalam penyediaan fasilitas fisik di masa kini. Para insinyur memikirkan pelbagai strategi dan manajemen operasional dalam dunia transportasi. Sebagian besar insinyur sipil yang bekerja di bidang transportasi dipekerjakan oleh berbagai organisasi yang berorientasi pada fasilitas publik.

Selain itu, insinyur sipil saat ini juga telah banyak dipekerjakan pada berbagai manajemen perusahaan perkeretaapian, yang mana menyediakan sarana dan fasilitas fisik yang mereka sediakan sendiri dan operator angkutan perkotaan, dimana koneksi ke teknik sipil telah melalui kedua kegiatan perencanaan transportasi dan desain operasi strateginya.

Sebagian besar kegiatan teknik sipil yang berkaitan dengan penyediaan sarana dan fasilitas fisik apa yang disebut teknik sipil fisik. Ini meliputi desain, konstruksi, dan pemeliharaan sebuah sarana transportasi yang tetap dengan melibatkan spektrum penuh spesialisasi teknik sipil. Proyek utama jalan raya, misalnya, akan melibatkan tidak hanya ukuran dan desain geometris dari jalan saja, yang biasanya dianggap sebagai bagian teknik transportasi, tetapi juga desain dan konstruksi jembatan dan struktur lainnya, yang membutuhkan teknik struktural; desain drainase, yang membutuhkan teknik hidrolik dan hidrologi, pertimbangan pekerjaan tanah pemadatan dan stabilitas lereng, yang membutuhkan geoteknik, manajemen Konstruksi, dan survei.

Kompleksitas yang sama dan luasnya keterlibatan teknik sipil juga mencirikhaskan pada proyek transportasi utama lainnya, seperti pembangunan bandara atau kereta api perkotaan serta sistem angkutan cepat.

(McGraw-Hill Series in Transportation)

Gambar Teknik Sebagai Bahasa Para Rekayasawan

gambar teknik sebagai bahasa komunikasi para rekayasawan

Di dunia teknik, gambar merupakan alat untuk menyatakan maksud dari seorang praktisi teknik. Tak heran bilan gambar teknik sering disebut sebagai bahasa para rekayasawan.

Komunikasi antarmanusia bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu lisan, kalimat, dan gambar. Fungsi utama bahasa maupun gambar adalah meneruskan informasi dari sumber ke audien. Sebagai bahasa teknik, gambar teknik harus mampu meneruskan keterangan-keterangan secara tepat dan objektif, baik dalam satu unit produksi maupun antar unit produksi.

Sato (1989:1) menegaskan sebagian besar keterangan dalam gambar teknik berupa lambang-lambang. Layaknya praktik komunikasi lainnya, para juru gambar harus mempertimbangkan target pembacanya saat mengerjakan gambar teknik agar informasi yang dia sampaikan bisa diterima secara jelas.

Gambar teknik memiliki tiga fungsi utama, yaitu (1) penyampaian informasi, (2) pengawetan, penyimpanan, dan penggunaan keterangan, serta (3) cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasi.

Penyampaian Informasi

Untuk penyampaian informasi, gambar teknik bertugas meneruskan maksud dari perancang secara tepat kepada pihak terkait, seperti perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan, dan perakitan. Saat ini, pihak-pihak tersebut tak terbatas dalam lingkup satu pabrik, tapi juga menyangkut pabrik subkontrak ataupun orang-orang asing yang memiliki bahasa yang berbeda. Agar penafsiran gambar bisa dilakukan secara objektif maka diperlukan standar-standar sebagai tata bahasa teknik.

Pengawetan, penyimpanan, dan penggunaan keterangan

Gambar merupakan data teknis yang sangat ampuh untuk memadatkan atau mengumpulkan seluruh bentuk ekayasa teknologi suatu perusahaan. Karena itu, gambar acapkali diawetkan dan disimpan untuk keperluan produksi ulang maupun perbaikan. Gambar juga diperlukan sebagai sumber rujukan bagi rencana-rencana baru di kemudian hari. Sistem penyimpanan dan kodifikasi gambar diperlukan untuk keperluan temu kembali informasi. Bahkan, sejumlah pabrik sudah memanfaatkan teknologi mikrochip maupun sistem digital untuk mendukung penyimpanan dan pengarsipan gambar.

Cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasi

Dalam kerja-kerja perencanaan, konsep abstrak diwujudkan dalam bentuk gambar. Lalu, konsep abstrak itu dianalisis dan disintesakan dalam bentuk gambar juga. Gambar itu diteliti dan dievaluasi secara berulang-ulang sehingga dapat dihasilkan gambar teknik yang sempurna. Dengan kata lain, gambar tak sekadar melukiskan “gambar” tetapi berfungsi juga sebagai peningkat daya berpikir dalam kerja perencanaan.

Perkembangan gambar teknik sudah sangat pesat. Awalnya, perencana dan pembuat gambar merupakan orang yang sama sehingga gambar banyak difungsikan sebagai alat berpikir atau menuangkan konsep. Pada fase ini aturan-aturan gambar belum diperlukan. Kini,perencana dan pembuat gambar bukan lagi orang yang sama, maka kesepakatan bersama memegang peranan yang penting. Standar-standar yang berupa simbol dan kode mutlak diperlukan untuk memudahkan komunikasi.