Manajemen Teknologi, Teknologi Rekayasa, dan Teknologi Tepat Guna

2016-04-12 04.35.26

Saat di bangku kuliah, ada mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa Teknik Sipil, yaitu Manajemen Teknologi. Salah satu pokok bahasan yang dikaji dalam mata kuliah itu adalah inovasi.

Inovasi dapat diartikan beragam. Ada yang mengartikan inovasi dan penemuan itu sama (innovation= invention). Lalu, apa hubungan antara inovasi dan teknologi? Para pakar sendiri terpecah dalam mengartikan hal ini, ada yang membahas inovasi teknologi dan manajemen teknologi sebagai pokok bahasan yang sama, ada juga yang dibahas secara terpisah.

Lewat tulisan ini, penulis ingin berbagi tentang penelusuran teoritis kajian manajemen teknologi hingga kemunculan teknologi tepat guna yang menjadi subjek utama Barikade.

Inovasi dan Penemuan (Innovation & Invention)

Menurut saya, inovasi (innovation) berbeda dengan penemuan (invention) karena adanya unsur ruang lingkupnya. Penemuan memiliki ciri-ciri yang “grand” dan radikal dalam skala yang luas, yang tidak terpikirkan sebelumnya, secara signifikan akan memengaruhi kehidupan manusia. Sementara inovasi memiliki ruang lingkup yang lebih sempit. Ambil contoh, Anda mengenalkan sebuah komputer di suatu desa yang baru saja dialiri listrik, maka terjadi inovasi pada desa tersebut. Padahal, di Jakarta mungkin komputer tersebut mungkin sudah dianggap kuno.

Inovasi berupa kombinasi dari yang ada untuk menghasilkan yang baru. Ada adagium, saat ini sudah hampir tidak ada lagi yang menciptakan hal baru, yang ada adalah mengkombinasikan untuk mendapatkan hal baru.

Inovasi dan Teknologi

Melanjutkan diskusi tentang inovasi dan penemuan di atas, maka jelas bahwa ciri-ciri utama keduanya adalah “baru”. Komputer super canggih di dunia masih belum bisa berinovasi (ingat: belum!), jadi menciptakan sesuatu yang baru adalah masih menjadi pekerjaan manusia. Jadi, kalau manajemen inovasi itu apa? Ya, pada dasarnya manajemen manusia supaya dia dapat berkreasi.

Teknologi sendiri adalah sebuah terminologi yang telah meluas dari arti aslinya. Tadinya teknologi digunakan untuk menggambarkan kumpulan pengetahuan (know-what dan know-why), keahlian (know-how) yang membuat kita bisa memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan kita.

Pada masa saat ini, teknologi diartikan sebagai implementasi dari rekayasa/teknik dan ilmu sains. Implementasi berarti dalam skala industri adalah bisa diproduksi masal dan di”nikmati” secara massal pula. Teknologi dalam dunia nyata sering digunakan juga untuk hasil karya yang berupa produk, mesin, metode kerja, dan lainnya.

Inovasi membutuhkan teknologi, karena teknologi dapat membantu manusia untuk berkreasi, yaitu mengimplementasikan idenya menjadi sebuah karya. Anda punya ide untuk menggambar ilustrasi cerita yang Anda ingin jual, apakah Anda akan “bercerita” kepada calon pembeli Anda seperti ini: “saya akan menggambar sebuah burung terbang mengangkasa di langit biru dengan background pantai, dan seterusnya.”

Tentu tidak, Anda perlu membuat draft gambar yang akan Anda gambarkan. Dulu, teknologi membantu Anda dengan membuatkan kertas, memproduksi tinta, kursi untuk duduk dan meja. Saat ini teknologi memberikan Anda notebook/pc, printer berwarna, touch pad dan internet untuk tidak perlu hadir dalam rapat presentasinya.

Teknologi bisa berkembang akibat inovasi. Inovasilah yang menjadi dasar perkembangan teknologi yang mendukung kita bekerja saat ini. Inilah sebabnya ada mata kuliah yang menggabungkan inovasi dan teknologi ini. Manajemen inovasi berarti Anda menciptakan sebuah organisasi yang memberikan lingkungan kondusif bagi manusia untuk berkreasi, manajemen teknologi berarti bagaimana organisasi peka terhadap teknologi dan merencanakan adopsi teknologi secara terstruktur supaya tetap kompetitif (dimana di dalamnya termasuk mengakomodir inovasi).

Jadi jika ada yang mengklaim bahwa teknologi adalah bagian dari inovasi, atau inovasi bagian dari teknologi, ya sah-sah saja, tergantung cara pandangnya. Mirip dengan telor sama ayam: siapa duluan. Sebaiknya sih memang diajarkan kedua-duanya, karena sebenarnya keduanya adalah siklus, dan untuk segala hal yang berbentuk siklus. Anda bisa mulai dari mana saja, asalkan Anda teruskan hingga siklusnya kembali. Dan ada siklus yang lebih sulit dijelaskan apabila dimulasi dari suatu titik, dibandingkan titik yang lain.

Teknologi dan Teknik (technology and engineering)

Nah, ini bagian yang menarik bagi yang kuliah di teknik (engineering), apakah teknik adalah teknologi?

Teknik yang menjadi terjemahan dari kata engineering sebenarnya (menurut saya pribadi) adalah salah, tapi ya sudahlah, saya juga nggak mau ganti ijazah gara-gara harus ganti gelar. Engineer, dulu diterjemahkan sebagai insinyur, tetapi nggak tahu kenapa, sekarang ada istilah sarjana teknik bagi yang baru lulus.

Kalau memang bekerja sebagai insinyur maka daftar ke PII (Persatuan Insinyur Indonesia) untuk mendapatkan gelar insinyur. Mirip iklan rokok jadinya, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah. Mungkin karena para insinyur sebel temen-temenyanya yang kerja di bank kok dibilang insinyur juga (gajinya lebih gede lagi). Kenapa nggak semua adalah insinyur, tetapi yang memang bekerja sungguh-sungguh disebut sebagai Insinyur Profesional (Ir. Pro.), seperti di luar negeri, Professional Engineer (P.Eng.).

Tapi ya sudahlah, mari kembali ke topik kita. Engineer itu adalah perekayasa, artinya membuat sesuatu dengan dasar utamanya ilmu-ilmu sains ditambah dengan ilmu lain demi peningkatkan kualitas hidup manusia. Produk dari seorang engineer adalah teknologi. Engineering sebaiknya diterjemahkan tidak sebagai teknik, tetapi sebagai ilmu rekayasa, sehingga mungkin menjadi lebih jelas beda teknologi dan teknik .. eh ilmu rekayasa.

Pengertian Teknologi Rekayasa dan Tepat Guna

Sebelum kita memahami teknologi rekayasa dan tepat guna, tahukah kalian apa itu teknologi? Teknologi adalah sebuah sarana yang diperlukan oleh manusia agar meningkatkan kualitas kehidupan sekaligus mempermudah dan membuat nyaman kehidupan manusia. Teknologi berasal dari kata teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan.

Secara garis besar teknologi dibagi menjadi berikut :

  1. Teknologi sebagai barang buatan
  2. Teknologi sebagai kegiatan manusia
  3. Teknologi sebagai kumpulan pengetahuan
  4. Teknologi sebagai kebulatan sistem

Teknologi Rekayasa

Teknologi rekayasa adalah proses yang berupa tujuan dari hasil rancangan atau sistem agar dapat mengeksploitasi fenomena-fenomena atau peristiwa yang ada di seluruh dunia bagi kelangsungan hidup manusia.

Berikut cabang-cabang rekayasa :

  1. Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
  2. Teknik Arsitektur
  3. Teknik elektro
  4. Teknik fisika
  5. Teknik pangan
  6. Teknik kedirgantaraan
  7. Teknik astronautika dan aeronautika
  8. Teknik geodesi dan geomatika
  9. Teknik industri
  10. Teknik informatika
  11. Teknik kimia
  12. Teknik lingkungan
  13. Teknik metalurgi dan material
  14. Teknik mesin
  15. Teknik Kendaraan Ringan
  16. Teknik Sepeda Motor
  17. Teknik molekular
  18. Teknik nuklir
  19. Teknik penerbangan
  20. Teknik perkapalan
  21. Teknik perminyakan
  22. Teknik geologi
  23. Teknik pertambangan
  24. Teknik pertanian
  25. Teknik sipil
  26. Teknik bioproses
  27. Teknik biosistem

Teknologi Tepat Guna

Teknologi tepat guna adalah aplikasi ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan praktis dalam kehidupan manusia, termasuk di dalamnya untuk komersial ataupun individu. Teknologi tepat guna ini banyak digunakan perusahaan untuk meningkatkan kualitasnya, baik kualitas maupun kuantitasnya. Teknologi tepat guna juga bukan digunakan hanya untuk kebutuhan komersil, contohnya sekarang banyak lampu merah yang menggunakan sel surya yang berfungsi untuk menghemat energi listrik.

Kriteria teknologi tepat guna yaitu :

  1. Teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Teknologi sesuai dengan keadaan ekonomi dan sosial masyarakat.
  3. Teknologi mampu menyejahterakan masyarakat.
  4. Masyarakat bisa mempelajari, menggunakan serta memelihara teknologi tersebut.
  5. Teknologi dapat mempermudah pekerjaan masyarakat.

Ciri-ciri teknologi tepat guna yakni :

  1. Perbaikan teknologi tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian, industri, pengubah energi, transportasi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di suatu tempat
  2. Biaya investasi cukup rendah/relatif murah.
  3. Teknis cukup sederhana dan mampu untuk dipelihara dan didukung oleh keterampilan setempat.
  4. Masyarakat mengenal dan mampu mengatasi lingkungannya.
  5. Cara pendayagunaan sumber-sumber setempat termasuk sumber alam, energi, bahan secara lebih baik dan optimal.
  6. Alat mandiri masyarakat dan mengurangi ketergantungan kepada pihak luar (self-realiance motivated)

Teknik adalah disiplin ilmu, teknologi adalah produk dari disiplin ilmu teknik.

Penulis: Dodiet Prasetyo

Lahir di Malang (Jawa Timur), lulusan Sarjana (S1) Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Malang (2003). Kini bekerja sebagai abdi desa (Kepala Desa) di Pemerintah Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

3 thoughts on “Manajemen Teknologi, Teknologi Rekayasa, dan Teknologi Tepat Guna”

  1. Mudah2an segera terwujud … sehingga desa dg mudah mendapatkan TTG diwilayahnya… jgn seperti saat ini… kalau masyarakat membutuhkan maka pemerintah yg membelikn .. dari toko.. lebih mahal dan tidak kuat…bahkan bs terjadi praktek2 korupsi…

  2. Mengingatkan saat masih di bangku kuliah. Banyak bikin kriteria dan perbedaan, tapi sulit memutuskan sesuatu yang dibutuhkan. Kegagapan ini secara permanen banyak diderita oleh para pengambil keputusan publik di negeri ini. Tulisan ini dapat menjadi ruang reflektif untuk penentuan dukungan teknologi di wilayah perdesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *