Gambar Teknik Sebagai Bahasa Para Rekayasawan

gambar teknik sebagai bahasa komunikasi para rekayasawan

Di dunia teknik, gambar merupakan alat untuk menyatakan maksud dari seorang praktisi teknik. Tak heran bilan gambar teknik sering disebut sebagai bahasa para rekayasawan.

Komunikasi antarmanusia bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu lisan, kalimat, dan gambar. Fungsi utama bahasa maupun gambar adalah meneruskan informasi dari sumber ke audien. Sebagai bahasa teknik, gambar teknik harus mampu meneruskan keterangan-keterangan secara tepat dan objektif, baik dalam satu unit produksi maupun antar unit produksi.

Sato (1989:1) menegaskan sebagian besar keterangan dalam gambar teknik berupa lambang-lambang. Layaknya praktik komunikasi lainnya, para juru gambar harus mempertimbangkan target pembacanya saat mengerjakan gambar teknik agar informasi yang dia sampaikan bisa diterima secara jelas.

Gambar teknik memiliki tiga fungsi utama, yaitu (1) penyampaian informasi, (2) pengawetan, penyimpanan, dan penggunaan keterangan, serta (3) cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasi.

Penyampaian Informasi

Untuk penyampaian informasi, gambar teknik bertugas meneruskan maksud dari perancang secara tepat kepada pihak terkait, seperti perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan, dan perakitan. Saat ini, pihak-pihak tersebut tak terbatas dalam lingkup satu pabrik, tapi juga menyangkut pabrik subkontrak ataupun orang-orang asing yang memiliki bahasa yang berbeda. Agar penafsiran gambar bisa dilakukan secara objektif maka diperlukan standar-standar sebagai tata bahasa teknik.

Pengawetan, penyimpanan, dan penggunaan keterangan

Gambar merupakan data teknis yang sangat ampuh untuk memadatkan atau mengumpulkan seluruh bentuk ekayasa teknologi suatu perusahaan. Karena itu, gambar acapkali diawetkan dan disimpan untuk keperluan produksi ulang maupun perbaikan. Gambar juga diperlukan sebagai sumber rujukan bagi rencana-rencana baru di kemudian hari. Sistem penyimpanan dan kodifikasi gambar diperlukan untuk keperluan temu kembali informasi. Bahkan, sejumlah pabrik sudah memanfaatkan teknologi mikrochip maupun sistem digital untuk mendukung penyimpanan dan pengarsipan gambar.

Cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasi

Dalam kerja-kerja perencanaan, konsep abstrak diwujudkan dalam bentuk gambar. Lalu, konsep abstrak itu dianalisis dan disintesakan dalam bentuk gambar juga. Gambar itu diteliti dan dievaluasi secara berulang-ulang sehingga dapat dihasilkan gambar teknik yang sempurna. Dengan kata lain, gambar tak sekadar melukiskan “gambar” tetapi berfungsi juga sebagai peningkat daya berpikir dalam kerja perencanaan.

Perkembangan gambar teknik sudah sangat pesat. Awalnya, perencana dan pembuat gambar merupakan orang yang sama sehingga gambar banyak difungsikan sebagai alat berpikir atau menuangkan konsep. Pada fase ini aturan-aturan gambar belum diperlukan. Kini,perencana dan pembuat gambar bukan lagi orang yang sama, maka kesepakatan bersama memegang peranan yang penting. Standar-standar yang berupa simbol dan kode mutlak diperlukan untuk memudahkan komunikasi.

Penulis: Yossy Suparyo

Warga Desa Gentasari, Kroya, Cilacap. Mendalami dunia rekayasawan sejak menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Mesin-STMN Wates Kulonprogo. Lalu melanjutkan pendidikan di Jurusan Teknik Mesin-Universitas Negeri Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *