Gagal Paham Transformasi Teknologi Desa

Sejak masa Orde Baru mendorong teknologi ke desa seolah harus berwujud dan mengarah industrialisasi model kota. Alhasil banyak bantuan peralatan dengan sebutan teknologi tepat guna menjadi mangkrak dan tak bermanfaat bagi penerima manfaatnya. Kenapa hal itu terjadi?

Teknologi pada dasarnya sebuah terobosan untuk menjawab kebutuhan dalam sebuah proses, contoh dalam proses produksi keripik perkembangan modal pemilik usaha dan perkembangan pasar produksi (pergeseran dan ritme penawaran dan permintaan) menentukan bentuk teknologi apa yang dibutuhkan. Kegagalan bantuan peralatan oleh pemerintah dan Non Goverment Organization (NGO) masa lalu dan mungkin saat ini masih pada kerangka pikir pemberi bantuan, bukannya kebutuhan penerima.

Kebutuhan teknologi yang tumbuh berdasarkan ritme pasar serta ketersediaan bahan baku hendaknya menjadi faktor yg harus diperhatikan dalam memberikan bentuk dukungan peralatan bertitel teknologi tepat guna. Teknologi bukan sekadar mempercepat kebutuhan volume produksi tanpa melihat aspek lainnya. Sehingga wajarlah banyak mangkraknya bantuan teknologi tepat guna selama ini.

Ada beberapa hal yang diperhatikan dalam pemberian bantuan teknologi produksi ke desa :

  1. Teknologi bersifat costumize agar bisa dikembangkan dan direkayasa ulang oleh desa berdasarkan kebutuhan.
  2. Tinjauan ekonomis produksi melihat ketersedian dan kontinuitas bahan baku atau kapasitas tampung dan kapasitas keterjangkauan produksi. Karena hal ini berdampak pada perubahan kapasitasi pengelolaan seperti managemen mesin produksi, bahan baku dan lain-lain.
  3. Perkembangan pasar, bagaimana konsistensi pergerakan demand dan supply. Ini berdampak skala usaha produksi yg dibuat, apakah dengan mengembangkan atau perbanyak cabang usaha atau meningkatkan volume produksi dengan teknologi dgn kapasitas semi industri, bahkan industri dengan mesin dan segala dampak kebutuhan maintenance-nya.
  4. Perlu peningkatan kapasitas atas perubahan usaha yang mungkin terjadi, dengan bertambahnya atau kompleksitasnya rentang kendali pengelolaan produksi.

Pemberian bantuan peralatan yang bersifat teknologi produksi untuk mengembangkan sentra-sentra usaha tentunya tidak sebatas bantuannya, tapi harus memberikan antisipasi perubahan yang akan terjadi dalam penatausahanya.

Penulis: Sutardjo Ps

Alumnus Institut Pertanian Bogor. Provokator di Gerakan Desa Membangun. Tim Ahli di Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *