Barikade Lahir Jawab Kebutuhan Rekayasa Industri Skala Desa

gambar kerja mesin perontok padi untuk pertanian

Inovasi teknologi dapat mendongkrak daya saing masyarakat desa. Inovasi membuat pelaku ekonomi perdesaan semakin produktif, sekaligus menekan biaya produksi. Mutu produk semakin baik dan terjamin. Mereka dapat memutus ketergantungan dukungan alat pada industri berskala besar.

Di bidang agroindustri misalnya, inovasi teknologi dibutuhkan oleh para pelaku bisnis, khususnya di bidang pengolahan pangan dan pertanian. Sebagian besar bahan baku masih dipasok dari wilayah perdesaan. Kondisi ini menjadi modal dasar pengembangan industri skala desa.

Peran para rekayasawan sangat menentukan dalam mengembangan inovasi teknologi. Universitas, politeknik, maupun sekolah kejuruan sebaiknya membuka kerjasama dengan para pelaku ekonomi perdesaan supaya rekayasa teknologi yang mereka lakukan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kerjasama itu akan mempersempit kesenjangan antara inovator/rekayasawan dan kebutuhan pelaku bisnis perdesaan.

Selain itu, desa dapat mengembangkan potensi warganya yang bergerak di dunia bengkel maupun permesinan. Ide itu melahirkan Barikade atau Bengkel Rekayasa Industri Skala Desa. Gerakan ini menghimpun para praktisi dan rekayasawan, baik dari dunia kampus maupun praktisi “jalanan” untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan alat/mesin produksi.

Univesitas, Politeknik maupun sekolah memiliki bengkel yang dapat dimanfaatkan untuk berkreasi, ujicoba, termasuk produksi alat atau mesin yang menunjang dunia usaha. Apabila kerjasama itu berlangsung maka kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan besar, baik dari segi pengembangan keilmuan, ilmu terapan, maupun secara ekonomi.

Gerakan Desa Membangun (GDM) menjadi rumah besar bagi ide kreatif tersebut untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Penulis: Yossy Suparyo

Warga Desa Gentasari, Kroya, Cilacap. Mendalami dunia rekayasawan sejak menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Mesin-STMN Wates Kulonprogo. Lalu melanjutkan pendidikan di Jurusan Teknik Mesin-Universitas Negeri Yogyakarta.

6 thoughts on “Barikade Lahir Jawab Kebutuhan Rekayasa Industri Skala Desa”

  1. ini tulisan yg aplikatif dan sgt bermanfaat bagi masy desa moha brokade ini bisa menjawab kebutuhan teknologi sederhana dan mampu di wujudkan oleh masy desa dan sy yakiin kalau hal ini di dampingi secara teknis dgn berbagai macam inovasi yg di berikan dgn baik maka masy akan mandiri memilih inovasi dan teknologi yg tepat? selamat bekerja

    1. Pak dikomunikasikan kpd teman2 diSulawesi ya,ini utk mewadahi da mendorong kreatifitas teman2 dilapangan,pertahankan basis dg barikade mulai buka wawasan dg memetakan potensi serta kendala pengembangannya,bgmn dg jambu mete kan baru petik jual,coba suply chainnya diperpanjan menjadi “petik-olah-kemas-jual ke pasar”atau bangun re-seler di mana2 ditempat lain perlu biji mete utk berbagai produk olahan lho,akan ada multifliet efek dan dominonya

    1. Pak Don yang baik,
      Untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dengan fasilitasi teknologi tepat guna (TTG) sekarang sudah lebih mudah dan sederhana. Desa memiliki kewenangan skala lokal, keberadaan dan operasional barikade itu menjadi domain masyarakat desa. Kita2 mendukung dan memberikan fasilitasi agar kegiatan ekonomi di masyarakat jadi bergairah, kata lain ada kegenitannya,
      Salam dr desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *